Ketua PHRI : Pokdarwis sebagai Penunjang Wujudkan Sapta Pesona - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/10/16

Ketua PHRI : Pokdarwis sebagai Penunjang Wujudkan Sapta Pesona

                                            
Buleleng, Dewata News.comKetua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Buleleng Dewa Ketut Suardipa ketika dikonfirmasi memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menetapkan 10 desa wisata.

    ”Dengan penetapan 10 desa wisata itu, tentu pihak pemerintah sudah berdasarkan kajian maupun aspek potensi wisata lainnya, terkait sapta pesona,” kata Dewa Ketut Suardipa ditengah istirahat mengikuti Rakernas dan HUT ke-43 PDIP di Jakarta, Minggu (10/01) siang.
Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardip
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Surat Keputusan Bupati, tertanggal 1 Desember 2015 menetapkan 10 desa sebagai daerah wisata, dan secara implisif Pemkab Buleleng punya tanggungjawab terhadap penataan infrastruktur di desa wisata tersebut.

     Menurut Kadisbudpar Buleleng Gede Suyasa, 10 desa yang ditetapkan sebagai daerah wisata itu, adalah Desa Pemuteran  (Kecamatan Gerokgak) Desa Sembiran (Kecamatan Tejakula), Desa Gitgit, Sambangan dan Desa Ambengan (Kecamatan Sukasada), Desa Gobleg, Munduk dan Desa Kaliasem (Kecamatan Banjar) serta Desa Kalibukbuk di Kecamatan Buleleng.
Kadisbudpar Buleleng Gede Suyasa
Mantan Kepala Bappeda Buleleng mengungkap, Desa Pemuteran di Kecamatan Gerokgak merupakan satu-satunya daerah dengan pengembangan wisata bahari. Sedangkan desa lainnya, merupakan desa yang telah lama muncul pengembangan pariwisata dengan jenis wisata alam berupa air terjun dan wisata budaya atau desa tua.

     Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, dengan penetapan 10 desa wisata itu, pihak pelaku pariwisata akan bisa menjual paket wisata budaya yang ada, selain wisata bahari yang dikembangkan desa Pemuteran.

    ”Hanya saja perlu peningkatan mutu SDM di desa wisata melalui pembentukan pokdarwis sebagai penunjang potensi yang ada di desa wisata itu,” ujarnya.

    Sebagai Ketua BPC PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa menegaskan, keberadaan Kelompok Sadar Wisata lebih cendrung sebagai penunjang untuk berperan aktif mewujudkan sapta pesona.

    Karena itu, kader PDIP Buleleng ini berharap, upaya yang menampilkan keunikan dan keragaman seni budaya di desa wisata itu, sekaligus sebagai upaya mendorong perkembangan pariwisata di kabupaten paling utara Pulau Dewata itu.
Pengamat sosial Made Metera
Sementara pengamat sosial dan lingkungan Made Metera mengatakan, penetapan 10 desa sebagai desa wisata di Kabupaten Buleleng, sebagai bentuk langkah maju yang dilakukan oleh Disbudpar Buleleng. Namun, perlu diingat langkah itu jangan semata meniru langkah yang dilakukan di daerah lain.

    ”Agar langkah itu bisa berkelanjutan dan pariwisata berkelanjutan, perlu memerhatikan tiga hal, seperti kepentingan wisatawan. harus dikaji benar. Apa kebutuhan wisatawan kemudian penuhi itu sepanjang tidak bertentangan dengan norma, baik hukum maupun susila. Selain itu, kepentingan masyarakat lokal, terkait pengembangan pariwisata haruslah memberi manfaat bagi masyarakat lokal dan kepentingan pelestarian lingkungan,” imbuhnya mengisyaratkan.

     Sebagai pengamat sosial dan lingkunganm Made Metera mengisyaratkan, jangan sampai penetapan 10 desa itu sebagai desa wisata justru merusak lingkungan karena kedatangan investasi yang rakus keuntungan tetapi tidak memerhatikan pelestarian lingkungan. (DN ~ TiR).

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com