Buleleng (Dewata News)
Salah satu objek wisata Lovina, Buleleng yang diandalkan adalah wisata Dolpin atau berlayar melihat aktivitas ikan lumba-lumba atau dolpin. Pengelolaan wisata dolpin ini dikelola bersama masyarakat nelayan.
Tujuannya, mengikutsertakan nelayan dalam mengembangkan pariwisata. ”Wisata
dolpin yang menjadi andalan Buleleng ini pengelolanya dilakukan pelaku
pariwisata bersama kelopok nelayan dimasing-masing desa yang memiliki pantai.
Pola kerjasama dilakukan dengan menentukan tarif tersendiri dimasing-masing
kelompok nelayan,” kata Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa.
Dari pantauan Dewata News di
pantai Bina Ria, Kalibukbuk, Lovina, Rabu pagi masing-masing kelompok nelayan
menetapkan tarif antara Rp50 ribu – Rp60 ribu per orang. Dalam sehari, nelayan
hanya melayani sekali pelayaran pada pagi saat sun rise.
Pengembangan wisata Lovina ini ditopang oleh dua desa penyangga, Desa
Kayuputih Melaka, Kecamatan Sukasada dan Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar.
Menurut pemilik Rumah Makan ”Ranggon Sunset” di Pantai Penimbangan ini, kunjungan
wisatawan asing dan domestik ke Lovina selama tahun 2013 tercatat 3.083 orang
yang tercatat dan dilaporkan oleh pemilih hotel. Jumlah kedatangan wisatawan
asing dan domestik ini ke Lovina tahun 2014 ini diprediksi Dewa Suardipa, akan
meningkat hingga mencapai 20 persen dibanding tahun sebelumnya. (DN~TiR).—
No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com